Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

NGGAK ADA IDE !!!

“Ahh.. Sudah lah! berita apa sih yang begitu penting sampai kamu ngotot banget pengen aku ngebacanya, tiap hari aku lihat tuh mading nggak ada yang spesial, Gitu-gitu aja, Nggak kreatif dan terlalu monoton. Membosankan!!” Gerutu Ladia saat sahabatnya si Chaca sedikit memaksannya membaca mading. “Kali ini percaya deh, ada something special yang bakalan bikin kamu histeris jungkir balik kegirangan” Chaca masih dengan sedikit memaksa menyuruh Ladia membaca info di mading kampus pagi itu. Ladia dan Chaca adalah dua gadis yang telah bersahabat sejak SMA, Dan sekarang mereka kuliah di kampus yang sama dan jurusan yang sama pula. Keakraban mereka di awali dari berbagai macam kesamaan yang mereka miliki. Sama-sama hobby nulis dan doyan sastra. Di bangku kuliah ini Chaca mengembangkan bakatanya dengan bergabung di grup kreasi mading kampus, sementara Ladia bergabung dengan grup koran kampus. “Please!! Kali ini baca mading, anak mading dapat info yang bikin kamu spicles pastiya” Lag...

PERNIKAHAN AYAH

“Menikah? Tidak ayah, Annisa tidak mau punya ibu tiri. Kalau ayah mau menikah lagi jangan bawa wanita itu ke rumah ini, dan Annisa juga tidak sudi memanggilnya ibu.” Begitulah jawabku saat ayah meminta pendapatku tentang menikah. “Dengarkan ayah dulu sayang” Kata ayah membujukku lembut. “Tidak! Sekali Annisa bilang tidak berarti tidak, kalau ayah masih juga tetap akan menikah, Annisa dengan senang hati akan angkat kaki dari rumah ini. Jangan katakan apa-apa lagi tentang pernikahan, Annisa muak mendengarnya” Jawabku kesal, setelah itu biasanya aku akan berlari ke kamar dan menguncinya dari dalam. Menangis sepuasnya tanpa perduli pada ayah yang terus saja membujukku di luar sana. Mungkin ayah tidak perduli dengan semua yang aku katakan meskipun ayah sempat membujukku dan mengatakan tidak akan menyinggung tentang pernikahan, Tapi ayah masih saja memperkenal kan beberapa teman wanitanya. Ahhh entah lah, mungkin ayah pikir aku hanya muak sesaat, Lantas lupa dan menerima salah sa...