Tawa Dalam Airmata Ada yang tidak kumengerti bahwa dibalik keceriaan dan tawa itu ada putus asa yang ditutupi. Aku pikir bahagia selalu milikmu, apapun yang kau minta, apapun yang kau inginkan selalu langsung kau dapatkan, tidak seperti aku yang selalu harus menunggu dan menunggu. Kulihat kau tertawa setiap hari, seakan beban hidupmu tidak ada. Walaupun terkadang kau terlihat diam, murung dan tak bersahabat kau pasti akan tetap bisa tertawa bersama sesuatu yang menjadi hobbymu. Ahhh.. aku iri padamu! Iya, aku selalu ingin seperti dirimu, cantik, pintar, bahagia, ceria, supel dan asyik. Tapi hari ini aku tahu sesuatu tentang kamu. Tentang kau yang tak selalu bahagia, tentang kau yang menangis dalam senyumanmu, tentang kau yang begitu sangat putus asa dibalik kata fighting yang selalu kau gunakan untuk menyemangati diri. “Maaf, aku menyentuh barang pribadimu. Membaca sebagian dari isi hatimu yang mungkin kau tak mengizinkan siapapun mengetahuinya” Itu kata yang ingin aku ucapk...