Keluarga
KKN
(Edisi
Kesan Pertama)
Minggu, 10 Mei 2015
Sore ini, ba’da ashar.
Molor sedikit. Sengaja ku hulur-hulur
waktu.. Hhee.
Maaf ya!
Awalnya aku ogah-ogahan. “Mau ngumpul?
Ngapain? Kita aja nggak saling kenal. Apa yang mau dibahas? Males ahh...” itu
kalimat yang awalnya tersirat. Tapi ntah apa yang mengetuk pintu hati lantas
aku mempertegas langkah untuk pergi.
Senyuman penuh tanda tanya, saling
sapa, menyebutkan nama mungkin itu yang terjadi pada saat menit-menit pertama.
Sedikit ada tawa, kemudian saling menimpali pembicaraan, dan tercipta
canda-candaan pada menit-menit selanjutnya.
“Mereka
baik dan menyenangkan”
Mungkin
sebatas itu penilaianku. Terjawab sudah pertanyaan yang semula tidak
menenangkan pikiran selama berbulan-bulan “Siapa teman KKNku nanti? Bagaimana
orangnya?”. Mungkin untuk pertanyaan “bagaimana orangnya” belum sepenuhnya
terjawab. Tapi setidaknya kesan pertama memberikan sinyal positif.
Dari 13
anggota keseluruhanya, 11 orang hadir dan 2 laginya belum bisa hadir. Tapi
alhamdulillah aku sudah mengenali kesemuanya.
Ini nih makhluk-makhluk hebatnya!
Ini nih makhluk-makhluk hebatnya!
Misrah, si
makhluk comel terbaik satu ini aku sangat mengenalinya. Mulai dari marah,
ketawa, cemberut, bahkan airmatanya udah kusimpan disakuku. Semoga tetap menjadi si menyebalkan dan menyenangkan
seperti yang aku kenal.
Siti
Baheram, si mahluk comel paling joyah. Walaupun aku baru saja mengenalnya, dia
teramat sangat menyenangkan. Berbicara dengannya seperti berbicara dengan orang
yang sudah bertahun-tahun kenal. Heii beb, tidak masalahkan dapat gelar joyah?.
Semoga tetap senantiasa ramah.
M. Shukri,
si makhluk negeri jiran ini. Tingkah konyol dan juga kejahilannya terkadang
benar-benar menyebalkan. Tapi terkadang lucu dan bikin ketawa. Semoga tetap menyenangkan.
Sulaiman,
si makhluk sekian menit. Iya, dia baru muncul setelah kami berbincang sekian
menit, dan izin pulang sekian menit sebelum kami pulang. Apapun juga, walaupun
cuma bisa hadir sekian menit tapi kami menghargai itu. Semoga bisa menjadi
sekian menit yang berharga.
M Nur
Faizin, si makhluk satu pulau beda kecamatan. Hei mas, siapa sangka kita punya
saudara yang sama. Aku bahkan tidak menyangka jika tidak ada yang
menceritakannya. Dan kali ini dua saudara ini akan melangkahkan kaki di tempat
yang sama untuk sebuah tugas tentunya. Semoga tetap menjadi saudara yang
menyenangkan dimanapun juga.
Santi
Ardilla, si makhluk cantik se-paradis. Siapa sangka tim satu ini, satu
perumahan denganku. Berawal dari sms basa basi, perkenalan biasa dan berakhir
pada kunjungan dikosnya. Semoga bisa menjadi teman yang baik dimana-mana.
Fitri Indah
Sari, si mahkluk cantik smile. Aku suka saat dia tersenyum, seperti menawarkan
sebuah keakraban. Semoga saja tawaran keakraban itu senantiasa ada. Wajahnya
mengingatkan dengan seseorang saat SMA, teramata sangat familiar.
Abdul Hafiz
Hadri, si makhluk sepatah dua patah kata. Tak banyak bicara. Hanya sepatah dua
patah kata saat dimintai pendapatnya. Semoga kedepannya kediaman itu bisa
diminimalisie dan memberikan manfaat yang baik.
Retno
Anawati, si makhluk cantik manis. Aku suka saat dia tersenyum. Walaupun tidak
banyak bicara di pertemuan awal, tapi dia tidak pernah menghilangkan
senyumannya yang menyenagkan. Semoga kemanisan senyumannya terus berkekalan,
itu pertanda sebuah keakraban.
M.
Jamiludin, si makhluk jawa ramah. Ya dari nada bicaranya pada pertemuan pertama
udah kebaca kalau dia orang Jawa. Dan sepertinya orangnya ramah, dan semoga
dugaannku mengenai keramahannya adalah benar dan senantiasa terus berjalan.
Rio
Hardiansyah, si makhluk pendiam. Pada pertemuan pertama dia lebih banyak diam.
Hanya berbicara sebentar pada saat ditanya dan memperkenalkan nama. Tapi untuk
selanjutnya sepertinya dia pendiam yang ramah lingkungan. Semoga selalu ada
keramahan dalam keakraban.
Rio Ridho
Mahesa. si makhluk yang paling banyak tahu. Daerah asalnya adalah tujuan KKN
kami. Sebagai orang yang berasal dari sana, tentu saja dia banyak tahu. Dan jempolnya,
tanpa diminta dengan senang hati dia menceritakan keadaan dan
kemungkinan-kemungkinan yang akan kami lalui. Pada pertemuan pertama ini, kata
sepekat muncul dari semua pihak yang hadir, menyetujui dirinya menjadi ketua.
Semoga kelak menjadi ketua yang dapat memimpin kelompok kita dengan baik.
***
Sekelumit
itu yang baru aku tahu,
Semoga
harapan-harapan baik yang terkubur dimasing-masing hati kita tidak sekedar
harapan mati. Karena harapan itu adalah untuk kelangsungan kebersamaaan, kekompakan,
kebaikan, keakraban kelompok 6 nantinya. Bagaimanapun kisah nantinya,
bagaimanapun perjalanan menyenangkan atau tak menyenangkannya disana. Semoga
kita tetap menjadi kelompok 6 yang hangat, akrab, menyenangkan dan penuh rasa
kekeluargaan. Setelah hari ini, setelah tanggal ini kita adalah keluarga yang
baru tercipta.
Keluarga?
Selisih pendapat, pertentangan kecil, atau kesalahpahaman sedikit adalah hal
yang biasa, dan yang terpenting jangan sampai kita kehilangan rasa untuk tetap
saling memaafkan dan menjaga. Dimanapun desanya, kayak manapun kondisi kita.
Kita adalah satu, kita adalah saudara, kita adalah keluarga.
Fighting Kelompok
KKN Kecamatan Dumai Barat Lokasi 6.
Komentar
Posting Komentar