Langsung ke konten utama

BM'V



Coret-Coret 



Lagi dan lagi.
Alhamdulillah, kita diberi kesempatan lagi.
Kita belima akan melangkahkan kaki di sana
Bengkalis!
Tempat itu sudah kita sambangi bersama. Kita pernah menghirup udara disana, menikmati matahari dan bulan diatas langitnya. Masih ingat? Kurang lebih satu tahun yang lalu, tepatnya di penghujung tahun 2014. Kita bersama melangkahkan kaki di atas tanah Bengkalis untuk sebuah tugas kuliah, Praktik Lapangan Bimbingan Konseling Karir. Alhamdulillah berkat ilmu yang dibekalkan selama perkuliahan serta kesempatan yang diberi oleh dosen kita, Bapak Rahmad. Kita bisa merasakan gimana asyiknya bikin seminar sambil nge-tes minat bakat anak SMA. Masih ingat gimana serunya?
Berangkat hari Jum’at siang. Mampir dijalan karena Atok, Zumar sama Shukri pada sholat Jum’at, ngantri roro yang panjang hampir sejam, Selfi-selfi diatas kapal, jalan-jalan malam, nongkrong sesorean dipantai, Makyam nangis di mobil pas ditanyain soal meninggal. Di isi dengan sabtu seminar dan jalan-jalan, dilanjutkan dengan perjalanan pulang hari minggu tanpa kebisingan atok di mobil, umsa ketiduran sampai tidak sadar mobil kita hampir kecelakaan dan Shukri kebut-kebutan sampai Pekanbaru takut dikejar orang yang mobilnya keserempet mobil kita. Masih ingat? Semoga saja ingatan itu belum terkikis oleh berjalannya waktu.
Dan kali ini,
Kita akan kembali kesana. Tetap sama, kita membawa almamater UIN SUSKA RIAU. Tapi tentu saja dengan tugas yang berbeda. Kali ini kita akan memenuhi tugas 4 SKS Praktik Kerja Lapangan. Bermodal ilmu konseling selama tiga tahun yang dibekalkan, Atok, Sikha, Makyam, Suri dipercayakan oleh Jurusan untuk PKL di Kementrian Agama Bengkalis. Sementara Umsa dipercayakan untuk PKL di KUA Kecamatan Bengkalis.
 Umsa.. Jangan risau! Jangan sedih! Awak tak pernah sendiri. Kami selalu ade dengan awak. Maybe rase macam tak best, tapi macam awak mesej hari tu. Semue ade hikmahnye. Semangat Umsa sayang! ”
Atok, Sikha, Makyam.. Kite dapat kantor yang samee. Semoge kite bise belajar banyak hal disane, jangan lupe saling tolong macam biase. Kalau saye nanti ade buat salah, silap, buat hal atau perangai tak elok harap ko orang dapat tegur, ingatkan dan nasihat saye macam biasenye
***
Kita telah melakukan banyak hal bersama. Baru saja Juli-Agustus kita menikmati indahnya kota Dumai berlima, walaupun harus terbagi dua. Atok, Sikha dan Umsa di Kelurahan Bagan Keladi, Suri dan Makyam di Pangkalan Sesai. Walaupun terpisah, pengalaman di kota itu juga tidak kalah menyenangkan. Tentu saja! Kita bertemu dengan teman baru, orang baru, lingkungan baru, cerita baru, pengalaman baru, pokoknya banyak yang serba baru yang bisa kita abadikan dalam cerita bersama.
Semoga perjalanan PKL kali ini tak kalah serunya. Bagaimanapun nantinya, bersama kalian adalah bagian cerita hidup terbaik yang tak bosan untuk dikenang, diceritakan, ditulisakan baik secara lisan, tulisan maupun ingatan.
Setelah perjalanan PKL 12 Desember berakhir, Semoga langkah perjuangan kita mengolah setumpuk kertas-kertas putih, urusan sana-sini, ujian itu-ini sampai memperoleh gelar S.Kom.I tepat bisa bersama BM’V.
Insha’Allah!
Semangat BM’V!
Semangat Atok, Sikha, Makyam, Umsa, Suri!
Semangat PKL nya, Semangat mikirin judulnya, semangat persiapan proposalnya, semangat persiapan skripsinya, semangat buat semua ujiannya (coming soon, Insha’Allah secepatnya) hhee..!
Ketika merasa terpuruk dan sedih, Jangan putus asa dan tetap semangat. Salah satu cara alam menghibur kita adalah menghadirkan kalian sebagai sahabat. Sayang ko orang :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diary Comel

LAKI-LAKI TADI PAGI oleh : suriyati Bengkalis, 03 Desember 2015 Kulirik handphone, 07:06 WIB Berangkat dengan Selly Sisca MC mengendarai si Ijo kesayangan Misrah menuju Kantor Kementerian Agama Kab.Bengkalis yang jaraknya hanya 5 menit perjalanan dengan kecepatan rendah. Kunikmati perjalanan pagi di sepanjang jalan kelapapati darat ini dalam keheningan. Tak ada pembicaraan dan suara perbualan basa basi seperti biasanya. Aku tertegun, Bola mataku terpaut pada sebuah pemandangan yang sungguh indah. “Seorang laki-laki yang menakjubkan” Bathinku. Tiba-tiba saja aku teringat akan laki-laki terhebat dirumah yang saat ini tengah membanting tulang untuk isteri dan anak-anaknya, Ayah. Miss You. Ku simpan ayah dihati dengan doa yang senantiasa mengiringi. Lanjutkan dengan ketakjubanku pada sosok laki-laki yang kulihat pagi tadi. Kugambarkan sosoknya yang terlihat oleh mata. Dari wajahnya kutaksir usianya sekitar 28-35 tahun. Terlihat tampan dan gagah denga pakaian dinas. K...

CERPEN GLOBAL DIALOG

Kartini Menangis Oleh SURIYATI Kebebasan hak wanita, bukankah sudah diperjuangkan seorang pahlawan bernama Kartini?. Tapi kenapa masih ada saja perbudakan wanita di negara ini. Haruskah wanita menyalahkan Megawati Soekarno Putri. “Ahh entahlah aku tak mengerti tentang kebebasan wanita dinegara ini” gerutu Aisyah dalam hati. Dia terus melangkahkan kaki menuju kos-kosan, setelah menghabiskan 4 jam diruang kuliahnya. Langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara menyerukan namanya. Dia menoleh dengan cepat. “Siapa ya?” Tanya Aisyah seraya tersenyum karena merasa tidak mengenali sosok yang memanggilnya. Seorang gadis bertubuh sangat kurus tinggi, mengenakan gamis, kepalanya dibalut dengan pashmina ber warna senada baju yang digunakannya. “Aku Riana. Masih ingat? Teman sekelasmu saat SD!” Wanita dihadapan Aisyah mengulurkan tangannya, walaupun masih bingung Aisyah menyambut tangan itu dan mengenggamnya hangat. Matanya masih menatap Riana, dari ekspresinya terlihat sepertinya...

Diary Comel

RINDU,   INI BAPAK KU Pada sosoknya yang mulai menua, masih terlihat bias-bias ketampanan meski kerut wajahnya kian bertambah, badannya yang tegap kini mulai melemah, perutnya yang gendud mulai sedikit bergelambir. Meskipun begitu, di mataku dia tetap Pria tanggguh yang bijaksana, suami yang selalu berlemah lembut dengan isterinya, ayah terbaik yang selalu mendidik dan tidak pernah memarahi putra putrinya, kepala keluarga yang selalu tahu bagaimana menasehati dengan cara yang terbaik. Dialah bapakku. Raja yang tahtanya tidak pernah tergantikan dihatiku. I love u bapak :* Demi pendidikan dan masa depan,   kuhabiskan 6 tahunku tanpa makan malam bersama keluarga. Tiga tahun masa SMA, kuhabiskan waktuku dirumah paman, selanjutnya kujalani tiga tahunku di pulau perantauan. Tahu bagaimana rasanya rinduku? Entahlah, aku sendiri sulit menggambarkannya. Kuharap, waktu berjauhan ini segera berakhir, aku ingin kembali bersama mereka yang paling kucinta. Aku ingin kembali meras...