SWEATER BIRU IDOLA SAHABATKU
Tulisan
ini telah kutulis tanggal 06/05/2013. Ini kisah nyata yang kudapatkan setelah
mengobrak-abrik catatan kuliah sahabatku D, dan dilanjutkan dengan introgasi
kecil yang berhujung dengan pengakuan.
Cerita
ini kumulai sejak keganjilan melihat sikap sahabtku Miss D. Waktu itu dia lebih
sering duduk didepan pintu kos sambil mengulik sebuah catatan kecil yang lusuh,
yang menuru pendapatku (ini pendapatku
ya, sudah pantas untuk diletakkan didalam tong sampah! Remeber this memory, Miss D?)
Berhari-hari Miss D mengulang hal yang sama,
hingga pada suatu hari aku mendapati catatan itu tergeletak begitu saja. Tanpa
sengaja aku membuka lembaran-lembaran lusuh yang menurutku tak berguna.
Rupa-rupanya disana tersimpan ukiran-ukiran tinta yang berisikan cerita-cerita
hati pemiliknya.
*She is Happy*
Itulah
inti catatannya.
Didalamnya
berisikan ungkapan bahagia saat Miss D bisa melihat Senior Sweater Biru. Bahkan
bisa menyaksikannya yang berada di lantai tiga dari lantai bawah saja sudah
membuat catatan-catatan Miss D bertambah kebahagiaannya.
Disetiap
catatan pasti ada harapan, agar kelak bisa mengetahui identitas si sweater biru
tersebut sepenuhnya. Maklum, fans kan emang selalu gitu. Berharap bisa tahu
penuh identitas idolanya. Iya kan?
Setelah
ada keberanian, aku pun menanyakannya. Dengan tersipu malu Miss D mengungkapkan
semuanya. Membuat aku penasaran dan tertanya-tanya. Siapakah dia? Apakah aku
mengenalnya? *Kepo banget kan gueh? Ahh..
Bodo amat!*
***
Hari
berlalu, kali ini aku tak lagi harus mencuri-curi catatan hanya untuk tahu
perkembangan Miss D dan sweater biru. Kali ini Miss D sudah mulai terbuka dan
mau menceritakan semuanya kepadaku. Hingga pada akhirnya, dengan dorongan rasa
penasaran yang tinggi aku berinisiatif mencari tahu. Tidak sulit ternyata
bagiku untuk mengetahuinya. Saat itu aku memberanikan diri bertanya kepada
beberapa senior yang ku kenal. Salah satunya Bupati jurusan waktu itu, dari
seniorku itulah kudapati identitasnya. Ternyata, idola sahabatku itu adalah
salah satu senior kenalanku. Kok aku nggak pernah tahu ya, ntuh senior ke
kampus selalu pake sweater biru? Mungkin karena aku nggak ngefans, jadi nggak
perduli! Maybe itu lah kesimpulan tepatnya.
Mudah!
Dalam satu hari kudapatkan no hp nya. Bukan aku yang menelfon malahan dia.
Kuceritakan sedikit. Ada salah tanggap, difikirnya aku yang ngefans dia.
Menggeleng keras aku dibuatnya, dan akhirnya kukenalkan dia dengan Miss D.
Komunikasi mereka lanjut, namun catatan-catatan bahagia itu mulai menghilang.
Aku mulai kehilangan bacaan dan cerita-cerita bahagia tentang sweater biru dari
Miss D. Dan kudapati komunikasi mereka terkadang masih hingga kini, tapi cerita
bahagia itu sudah berakhir cukup lama.
Terkadang
terselip bahagia dibalik kekaguman yang tidak diketahui. Sudah cukup membuat
diri kita tersenyum dengan memandangnya tersenyum walaupun bukan untuk kita.
Miss
D ! Sekarang dia bahagia. Bahagia bersama cerita hidupnya, bukan hanya pada
kekagumanya pada seseorang atau sesuatu. Aku berharap dia terus bahagia hingga
ke syurga. Kebahagiaan diatas kekaguman itu cukup menjadikan pelajaran. Cukup
mengagumi dari kejauhan, tak perlu bertindak lebih untuk mengetahui dan
mendalami. Karena pada waktunya, apa yang harus kita ketahui akan kita
pelajari.
Komentar
Posting Komentar