BM’V
EDISI BAKSO BAKAR
EDISI BAKSO BAKAR
Oleh
SURIYATI
Ingat mase ni?
Time ni kite bikin tugas Pengukuran
Perilaku Non Tes di Kosan Misrah. Hari ni kite start buat tugas dari jam 2
siang. Awal kedatangan disambut dengan hidangan makanan ala Mak Yam alias
Misrah, Kangkung campur terong terasi berkuah hitam.. Tak tau apa nama
masakannya, tapi yang jelas jempolan rasanya. Bile-bile masak lagi ye Mis... hheee.. Request khusus dari suri ;)
.. Tapi saat ini sangat disayangkan, karena Umsa tidak ikut merasakan
kenikmatan kangkung ala Mak Yam. Tentu sudah tahu alasannya bukan? Yupsss kamu
benar, keterlambatan . Hihiii Umsa Umsa rugi tau ...
Selesai makan, pengerjaan tugas
dilanjutkan. Kalau tidak salah ingat, saat itu Sikha ngedit-ngedit laporannya,
Mak Yam sibuk sama handphone dan videonya, Atok dan si Umsa yang baru saja
datang kompakan buat ngerjain Locus Control dan Aku masih sibuk ngolah self
esteem yang jumlahnya paling banyak diantara mereka berlima.
Satu
jam tidak terasa berlalu, waktu ashar sudah hampir tiba. Tapi suara adzan tak
kunjung berkumandang,
“dah jam tige setengah. masjid orang
tak ade adzan pun?”
Naluri tok sebagai ghorim masjid muncul saat waktu adzan tiba.
“Belum” Jawab Mak Yam seenaknya.
“Nomor due A, nomor tige Be, nomor
empat Be....” Atok
kembali mengoreksi locus control miliknya. Umsa dalam diam mengoreksi juga
Locus control miliknya dengan kunci
jawaban yang disebutkan atok. Hihi.. Mase tu kalau tak salah ingat, Atok cakap Umsa curang dan mereka sepakat untuk bergantian membacakan kunci jawaban.
jawaban yang disebutkan atok. Hihi.. Mase tu kalau tak salah ingat, Atok cakap Umsa curang dan mereka sepakat untuk bergantian membacakan kunci jawaban.
Tengah
asyik ngerjain tugas sambil bercanda, tiba-tiba dari jauh terdengar teriakan
khas pedagang
“Bakso
bakar.. Bakso bakar.. Bakso Bakar...”
Misrah
yang memang paling doyan makan dengan sigap berkata “wan beli wan”.
“Belilah, mike tak kenyang?” Jawab tok sambil terus mengerjakan
locus control miliknya. Melihat atok tak bergerak dan masih ngutak ngutik
tugasnya, Mak Yam berteriak lebih keras dengan suaran rengekannya yang khas “Wannn.....
“kejap... ” Jawab tok. hhhee.. kita udah kayak cucu beneran kan?
“Baksooo......” teriak Misrah keras.
“Mis ni kenape?” Shika yang sedari tadi tidak menyadari
bahwa Mak Yam memvideo semua kegiatan, segera saja menutup wajahnya dengan
jilbab. Ciee Shika.. kayak artis lagi bermasalah, nutupin muka dari kamera. Hahaaa
:D
“Due puluh enam Beh, Due puluh tujuh
kosong” atok tetap
menekuni locus controlnya.
Mak
Yam yang tingkat kelaparannya meningkat
drastis segera kembali berteriak saat mendengar suara bakso bakar yang semakin
kuat. “Wan.......”
“Wan.. beliiiii”
“kejap bang, kejap” atok menjawab sambil fokus pada locus
controlnya.
“Bapak tu tak dengar tu ha” kata Mak Yam dengan suara setengah
jengkel. Hahaa kesian yang kelaparan :D
Kali
ini atok segera beranjak menuju pintu. Sesampainya didepan pintu dia berbalik.
“Bakso bakar beli berape? Mike
ndak semue?” tanye tok.
“Ndak” jawab Mak Yam sambil mengangguk senang.
Atok
berjalan menuju padagang bakso bakar, baru
saja tiga langkah dia berbalik lagi kebelakang.
“Macam mane belinye” tanye atok dengan polosnye. Pecah ketawa
kami semua. Mak Yam yang sedang tidak
mengerjakan apa-apa membuntuti dibelakangnya. Tapi tidak lama kemudian
masuk kembali kedalam rumah.
“Ey, pakai kicap pakai saus tak? Tanye tok yang tiba-tiba saja udah
muncul didepan pintu.
“Pedas manis” Request Mak yam
“Pedas banget” Tambah Umsa
“Ehhh, pedasssssssssssssss....” timpal Shika
“Pedas manis, pedas, campur” Mak Yam menyimpulkan hasil request
keseluruhan.
Dan
lagi-lagi dengan polosnya tok berkata dengan mengcopy paste kalimat Mak Yam,
kali ini dengan pedagang bakso bakar “pedas
manis, pedas, campur bang”.
Kami
yang mendengar dari dalam ruangan lagi-lagi tertawa. Padahal beli bakso bakar
sebungkus, Kalo pesan cukup bilang pedas manis aja. Ini malah lengkap disebutin
semua request anehnya. Andai bapak bakso adalah bagian dari kami, sudah pasti
dia tertawa terpingkal-pingkal, tapi sayangnya wajah bapak bakso saat itu hanya
diselimuti kebingungan. Mungkin orang-orang bakal mengira kami adalah
manusia-manusia aneh yang jahil karena menertawakan kepolosan temannya. Tapi
sebenarnya kami adalah manusia-manusia unik yang sedikit usil karena
menertawakan yang lainnya. Terkadang kepolosan dan kelucuan itu yang menciptakan
bahagia ditengah-tengah kebersamaan kami. Dan kami selalu bersedia menjadi
bahan lelucon selanjutnya dilain hari.
Bahagia
itu sederhana, sesederhana saat kami yang jauh dari keluarga dapat tertawa
bersama-sama, saling mengusik satu dengan yang lain layaknya saudara. Apapun
yang terjadi, bahagia itu kita ciptakan sendiri. We are BM’V.
Habis
pesanan bakso bakar, kami kembali menekuni tugas kami masing-masing. Selesai
sholat ahsar kami sepakat untuk menyudahi pengerjaan tugas. Kebersamaan seru
selanjutnya kami ciptakan di stadiun. Kami habiskan waktu senja dengan
menikmati jagung bakar disana. Sebelum magrib kami pulang kerumah untuk
menunaikan kewajiban individual kami seterusnya.
“Jika Allah mengizinkan Sampai jumpa di
kebahagiaan yang kami ciptakan selanjutnya”
Salam BM’V. Assalamualaikum Wr Wb. ;)
Komentar
Posting Komentar