LAKI-LAKI TADI PAGI
oleh : suriyati
Bengkalis, 03 Desember 2015
Kulirik handphone, 07:06
WIB
Berangkat dengan Selly
Sisca MC mengendarai si Ijo kesayangan Misrah menuju Kantor Kementerian Agama
Kab.Bengkalis yang jaraknya hanya 5 menit perjalanan dengan kecepatan rendah. Kunikmati
perjalanan pagi di sepanjang jalan kelapapati darat ini dalam keheningan. Tak
ada pembicaraan dan suara perbualan basa basi seperti biasanya.
Aku tertegun, Bola mataku
terpaut pada sebuah pemandangan yang sungguh indah.
“Seorang laki-laki yang
menakjubkan” Bathinku.
Tiba-tiba saja aku
teringat akan laki-laki terhebat dirumah yang saat ini tengah membanting tulang
untuk isteri dan anak-anaknya, Ayah. Miss You. Ku simpan ayah dihati dengan doa
yang senantiasa mengiringi.
Lanjutkan dengan
ketakjubanku pada sosok laki-laki yang kulihat pagi tadi.
Kugambarkan sosoknya yang
terlihat oleh mata. Dari wajahnya kutaksir usianya sekitar 28-35 tahun. Terlihat
tampan dan gagah denga pakaian dinas. Kuduga dia adalah seorang pejabat yang
sudah siap untuk berangkat kerja. Dandanannya sudah begitu rapi, mobil pun
sudah tampak sedia dihalaman rumahnya. Lantas apa yang mengagumkan? Tidak ada?
Ini dia.
Bukan tentang
penampilannya yang rapi, wajahnya yang tampan atau kegagahannya dibalik pakaian
dinas yang dia kenakan. Tapi yang mengagumkan adalah kegiatan yang sedang dia
lakukan.
Yang kusaksikan dengan
kacamat peglihatanku, dia tampak gagah sedang berdiri dihadapan seorang
laki-laki tua renta yang tengah duduk dikursi roda sambil memegang sebuah
mangkuk. Dia meletakan segelas air disamping kursi roda. Lantas dengan begitu
hati-hati dia menyuapkan sesendok demi
sesendok makanan kemulut laki-laki tua yang ada dihadapannya. Terkadang dia
menunduk, mendekatkan kepalanya kepada lelaki tua itu. Kemungkinan besar
laki-laki tua itu mengatakan sesuatu yang teramat pelan. Disana, kusaksikan
adanya kasih sayang dan kesabaran.
Masih adakah laki-laki
serupa dizaman sekarang?
Yang didalam
kesibukannya, masih sempat menyuapi ayahnya sebelum berangkat bekerja?
ADA? SIAPA? KAMU YANG
LAGI BACA? IYA, KAMU? *SEMOGA SAJA*
Siapapun dia, Allah
sedang menunjukan sesuatu yang luar biasa. Padaku dan juga kalian. Jika dia
bisa, kenapa kita tidak?. Tak sulit menjadi penyayang yang disayangi, hanya
butuh ketekunan untuk melakukan hal-hal kecil yang selalu dirindukan. Jadi
instropeksi diri “KAPAN YA AKU NYUAPIN
AYAH DAN IBU?”.
Bagus tulisannya.
BalasHapusMakasih Pak Mufid udah sempet mampir dan baca :)
HapusSama2 nur. Sudah pernah mampir ke blog saya?
BalasHapusHhee. Udah Pak .. terakhir baca tentang wanita penjual getuk
HapusOh, terimakasih juga deh kalau begitu nur. Teman2 kelas sudah pada punya blog semua ya nur?
BalasHapusPak, ralat sedikit. Bukan nur. taapi suri :)
Hapusudah pak, hanya saja selesai MK psikoterapi langsung tutup semua blognya. blog kelas pun nggak ada yg mau ikut ngisi..
Oh iya maaf, kok ingetnya nur aja ni. Wah sayang lah kalo pada ditutup semua blog nya sur. Kan bisa buat ngembangin kreativitas.
BalasHapushhhee, iya pak, nggak papa.
BalasHapusnggak hobby mungkin ngotak-ngatik yg kayak beginian.. banyak blognya nganggur gitu aja pak, memang sayang sih pak..