CINCIN TAK BERTUAN Part 2 “Kamu pasti bertanya-tanya, bagaimana bisa aku senekad itu memberanikan diri menemui orang tuamu untuk memintamu menjadi isteriku. Benarkah?” Aku mengangguk dan tersenyum, bagaimana bisa kau mengetahui isi kepalaku. Walaupun aku sudah mendengar cerita tentang dirimu yang menjadi pengagum dalam diam, tapi aku juga ingin mendengar cerita sejujurnya darimu. Dan ini waktunya, tanpa diminta kau bercerita. “Aku mengagumimu jauh sebelum kisah curi-curi pandang dipustaka. Saat pertama kali aku mengenal sosokmu. Kamu bukanlah seperti saat ini, si gadis jelita sederhana yang selalu tampak sempurna dibalik hijabmu” Aku terperangah, tertunduk malu membayangkan masa jahiliyahku. “ Maaf. Aku tak bermaksud mengungkit masa lalumu. Aku hanya ingin menceritakan kisah bahagia ini. Dalam doaku, jika Tuhan mengizinkan aku berharap kisah ini bisa menjadi kisah bahagia kita bedua, yang akan membuat kita tersenyum saat mengingatnya”.